Air Untuk Bersuci / Thoharoh

on

๐ŸŽ€ KAJIAN FIQH ๐ŸŽ€

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆู…ู† ูˆุงู„ุงู‡ุŒ ุฃู…ุง ุจุนุฏ :

๐Ÿ’ Ikhwah wa Akhawat fillah, semoga rahmat Allah dicurahkan untukku dan untuk kalian semua.

๐Ÿ’ฆ AIR YANG LAYAK DIPAKAI UNTUK BERSUCI

Thaharah/bersuci itu membutuhkan sesuatu untuk dipakai bersuci, yang dengannya dapat menghilangkan najis, dan menghilangkan hadats, yakni: ๐Ÿ‘‰ AIR.

Air yang bisa dipakai untuk bersuci adalah ๐Ÿ‘‰ AIR SUCI.
๐Ÿšฟ AIR SUCI adalah:

โœ… Suci pada zatnya, dan

โœ… menyucikan untuk selainnya.

๐Ÿ‘†Air seperti itu adalah air yang masih tetap asli sebagaimana ia diciptakan, yakni: sesuai sifat asal ia diciptakan, baik air yang turun dari langit seperti:

๐Ÿ‘‰ Hujan

๐Ÿ‘‰ salju yang telah mencair, dan

๐Ÿ‘‰ embun

Atau air yang mengalir di bumi, seperti:

๐Ÿ‘‰ Air sungai

๐Ÿ‘‰ mata air/sumber

๐Ÿ‘‰ sumur, dan

๐Ÿ‘‰ air laut.
๐Ÿท Dalilnya firman Allah ta’ala,

ูˆูŠู†ุฒู„ ุนู„ูŠูƒู… ู…ู† ุงู„ุณู…ุงุก ู…ุขุก ู„ูŠุทู‡ุฑูƒู… ุจู‡

“Dan Allah menurunkan untuk kalian air (hujan) dari langit untuk kalian bersuci dengannya.” (QS. Al-Anfal: 11)
๐Ÿท Dan firman Allah ta’ala,

ูˆุฃู†ุฒู„ู†ุง ู…ู† ุงู„ุณู…ุขุก ู…ุขุก ุทู‡ูˆุฑุง

“Dan Kami turunkan dari langit air yang suci.” (QS. Al-Furqan: 48)
๐Ÿท Dan juga berdalilkan sabda Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ุฉ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…,

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ุณูู„ู’ู†ููŠู’ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงูŠูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽู„ู’ุฌู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุฏู

“Ya Allah sucikanlah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun.” (Hadits Muttafaqun alaihi, riwayat Bukhari, no 744 dan Muslim, no 598)
๐Ÿท Dan berdasarkan hadits Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… tentang air laut,

ู‡ููˆูŽ ุงู„ุทู‘ูŽู‡ููˆู’ุฑู ู…ูŽุงุคูู‡ู ุŒ ุงูŽู„ู’ุญูู„ู‘ู ู…ูŽูŠู’ุชูŽุชูู‡ู

“Ia (laut) itu suci airnya, dan halal bangkainya.” (HR. Abu Dawud, no 73; At-Tirmidzi, no 69; An-Nasa’i, no 59; Ibnu Majah, no 3246)
โŒ Thaharah tidak bisa (tidak sah) dilakukan dengan menggunakan benda cair selain air, seperti:

๐Ÿ‘‰ Cuka

๐Ÿ‘‰ jus 

๐Ÿ‘‰ air jeruk, dan semisalnya.
๐Ÿท Berdalilkan firman Allah ta’ala,

ูู„ู… ุชุฌุฏูˆุง ู…ุขุก ูุชูŠู…ู… ุตุนูŠุฏุง ุทูŠุจุง

“…lalu kalian tidak mendapat air, maka tayammumlah dengan debu yang baik/suci.” (QS. Al-Maidah: 6)
๐Ÿ“ Seandainya thaharah itu boleh menggunakan cairan selain air, maka ketika tidak ada air niscaya Allah ta’ala menjadikannya sebagai pengganti air dan tidak  menjadikan tanah/debu sebagai pengganti air.
๐Ÿƒ Barakallahu fiikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s